Jangan Anggap Remeh, Efek Anak Tentang Pilih Kasih Orang Tua!

Fakta atas perasaan seseorang anak yang mungkin sering dirasa diperlakukan berbeda dari saudara lainnya memang hal biasa terjadi di dalam keluarga. Pilih kasih menjadi suatu hal yang tak lagi tabu.

pilih kasih

Biasanya ada candaan bagi para kakak beradik mengenai siapa yang paling disayang oleh mama papa nya. Bahkan sampai mereka tumbuh dewasa bersama pun ini masih menjadi perbincangan yang diluarnya mereka anggap biasa.

Baca Juga : MRT Indonesia Diresmikan, Namun Harus Daftar Online

Akan tetapi, benarkah hal tersebut hanya sebatas kicauan semata atau memang jauh di dalam lubuh hati mereka merasakan perasaan lainnya? Untuk itu maka rasanya cukup penting bisa membahas atau mengetahui dampak dari perasaan yang terpendam oleh setiap anak.

Istilah pilih kasih merupakan suatu istilah yang sering sekali diucapkan. Suatu perasaaan dimana seseorang merasa perlakuan berbeda dengan yang lain ini lah yang suka tak suka memang terkadang hinggap di hati setiap anak.

Mendukung hal itu, faktanya melalui sebuah studi yang dilansir dari “Medical Express“, peneliti bertanya kepada beberapa orang dewasa apakah pernah mempunyai kecenderungan untuk lebih menyukai satu anak ketika mereka masih kecil? Jawabannya cukup mengejutkan, hampir 83% responden menjawab “PERNAH“.

Sheri Madigan yang merupakan Asisten Professor sekaligus ketua penelitian di Determinants of Child Developments, Institut Penelitian Rumah Sakit Anak Alberta, Universitas Calgary, Kanada, mengungkapkan perihal bagaimana dampaknya perasaan seorang anak jika diperlakukan seperti itu.

“Sudah dipastikan bila menjadi anak yang merasa tidak difavoritkan pasti akan membuat seseorang sedih, kecewa, bahkan sampai dengan tidak pecaya diri. Tak menutup kemungkinan, bahkan kenyataanya sampai mereka tumbuh dewasa pun rasa kesal atau amarah akan dirasakan karena tidak difavoritkan oleh orang tuanya sendiri. Hal ini bukan tak mungkin dipendam lama oleh hati sang anak,” tutur Madigan.

Meski mungkin tak disadari, orang tua memang sering berperilaku berbeda kepada setiap anak-anaknya. Serta tentu setiap anak memiliki sensivitas yang berbeda untuk bisa membedakan perlakuan dari orang tuanya.

Baca Juga : Bandingkan Tarif Terapi Kanker, Dalam atau Luar Negeri Lebih Murah?

Cara kerja lain dari para peneliti juga berdasarkan pengamtan langsung ke anak-anak saat mereka berinteraksi dengan orang tuanya sehingga bisa melaporkan hasilnya. Seberapa sering orang tua dan anak bermain bersama dan tertawa? Seberapa sering mereka berkelahi dan berdebat?

Penilaian ini kemudian dibandingkan diantara saudara kandung yang berbeda untuk menentukan apakah satu anak menerima lebih banyak perhatian positif atau negatis daripada yang lain. Ini dianggap perlu dengan mempelajari langsung reaksi dari anak dan orang tua.

“Studi ini sendiri menyimpulkan bahwa ketika terjadi perbedaaan dalam cara saudara kandung diperlakukan oleh orang tua sejak kecil, maka banyak anak yang merasa telah didiskriminasikan. Lalu, apabila perbedaan perlakuannya signifikan, maka hal ini berkaitan lansung dengan kondisi kesehatan serta dampak hubungan sang anak dengan saudara kandungnya,”

Saudara kandung yang merasa diperlakukan berbeda cenderung memiliki hubungan yang tidak dekat satu sama lainnya. Hal ini bahkan tak jarang terjadi semasa kecil hingga beranjak dewasa.

Perasaan yang muncul akibat perlakuan berbeda dari orang tua sendiri tak disadari bisa menimbulkan kecemburuan yang akan terus berkemang. Bukan tak mungkin perasaan benci akan tertancap di hati hingga diekspresikan secara jelas sampai mereka dewasa.

Baca Juga : Kampung Halaman Cristiano Ronaldo Menjadi Pilihan Wisata Terbaik