SEDINI MUNGKIN KENALI DAN WASPADA TERHADAP TENGGELAM

WAJIB BACA – Bagi anda yang pecinta air ada baiknya sedini mungkin lebih kenali dan waspada terhadap tenggelam kering. Anda pasti sering bermain di kolam renang, danau ataupun di pantai. Apalagi saat liburan bersama keluarga. Jaga buah hati anda dari kata tenggelam, karna tenggelam bukan saja terjadi di dalam air. Akan tetapi juga bisa terjadi di darat. Kejadian ini sering terjadi terhadap anak-anak. Disini kita akan membahas tentang “TENGGELAM”.

WASPADA TERHADAP TENGGELAM

SEDINI MUNGKIN KENALI DAN WASPADA TERHADAP TENGGELAM KERING

Tubuh manusia dirancang untuk mampu bertahan dalam beberapa kondisi ekstrem. Tapi apa yang terjadi ketika seseorang mulai tenggelam?

Biasanya seseorang yang tenggelam di air selalu di gambarkan akan meronta-ronta. Sehingga membuat banyak riak di air. Akan tetapi pada dasar tidak seperti itu karena ketika tenggelam tubuh akan mati lemas kehabisan oksigen.

Kebanyakan kasus orang yang tenggelam mulut dan hidungnya akan tertutup air. Oleh karena itu orang yang tenggelam misalnya saat berenang sulit untuk dikenali karena dari kejauhan karna akan terlihat diam saja.

Pada saat seseorang yang tenggelam, mereka akan berusaha mencari udara. Pada saat itu kemungkinan air akan mulai masuk dan memicu reaksi laryngospasm. Nah reaksi ini yang membuat pita suara mengencang menutup saluran udara demi melindungi paru-paru. Sekaligus juga membuat semakin sulit untuk berteriak minta tolong.

Begitu suplai oksigen berkurang dan orang yang tenggelam pun akan terkena hipoksia membuat kesadarannya hilang. Tubuh masuk fase relaksasi sehingga air bisa mengisi paru-paru.

Tergantung berapa lama seseorang yang tidak sadarkan diri tanpa pasokan udara. Maka berbagai kerusakan dapat terjadi pada tubuh. Studi menemukan kecil kemungkinan bisa selamat dengan sedikit atau tak ada kerusakan otak ketika sudah tenggelam lebih dari 10 menit,

Lebih jauh ketika seseorang tenggelam dalam suhu air yang dingin, ada juga kemungkinan terjadi hipotermia. Kondisi tersebut disebabkan oleh suhu tubuh yang berkurang di bawah 35 derajat celsius.

Pada situasi itu kemungkinan seseorang untuk selamat dari tenggelam justru bisa meningkat. Alasannya karena di dalam suhu yang dingin metabolisme tubuh akan melambat sehingga kecepatan kematian sel akibat kekurangan oksigen juga berkurang.

TANDA-TANDA SESEORANG YANG TENGGELAM KERING

Seperti yang diatas sudah kita ceritakan tentang tenggelam dalam air. Namun tenggelam tidak selalu terjadi di dalam air, akan tetapi juga terjadi di daratan. Walaupun pemicunya sama-sama air.

Sebagai contoh yang terjadi pada bocah yang berusia 4 tahun di Texas, Amerika Serikat. Bocah tersebut dikabarkan meninggal dunia setelah seminggu sebelumnya berenang di laut.  Menurut dokter sang bocah mengalami kejadian langka yang disebut sebagai tenggelam kering (dry drowning).

Dimana kejadiannya si anak yang lagi bermain di tepi pantai dengan air dangkal yang tak lebih dari lutut. Yang kemudian jatuh tersungkur ke dalam air karna ombak besar tiba-tiba datang menyapu. Setelah di tolong oleh kerabat, si anak bermain seperti biasa layaknya orang sehat.

Namun pada malamnya si anak mulai mengalami gejala muntah-muntah, diare, dan nyeri pundak. Keluarga hanya mengira si anak terkena infeksi bakteri perut sehingga hanya dirawat di rumah saja.

Hingga pada suatu malam saat akan tidur tiba-tiba saja napasnya berhenti. Ia dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tidak dapat ditolong. Menurut dokter si anak diketahui meninggal dalam kondisi paru-paru penuh berisi cairan.

Kejadian ini disebut dengan tenggelam kering. Hal ini terjadi ketika paru-paru seseorang tanpa disadari terisi oleh air dan mengalami pembengkakan meski sedang berada di darat.

Ketika paru-paru terisi oleh air maka kemampuannya untuk menyerap oksigen akan berkurang. Lama-lama tingkat oksigen di dalam tubuh terus menurun memengaruhi kerja jantung. Pada saat itulah Anda bisa terkena serangan jantung, karena tidak cukup oksigen di dalam tubuh.

Menurut ahli kejadian tenggelam kering umumnya terjadi pada anak-anak dan sulit untuk diprediksi. Gejalanya bisa muncul 24 jam setelah insiden masuknya air. Melibatkan batuk-batuk persisten, kesulitan bernapas, sesak dada, demam, dan perubahan mood yang aneh.

Jadi para pembaca sebaiknya berhati-hati terhadap buah hati anda saat bermain air.  Di mana saja yang berhubungan dengan air. Jadi tidak ada salahnya jika anda waspada terhadap tenggelam.