Vaksin COVID-19 Rp. 75.000 per Orang, Siap Kapan?

BERITA EKSIS – Seluruh dunia saat ini sedang berjuang keras melawan COVID-19 dan berusaha menemukan vaksin COVID-19. Virus yang pertama kali muncul di China ini sudah menginfeksi hingga jutaan orang di seluruh dunia, membuat perekonomian dunia anjlok.

Biaya yang diperlukan sungguh tidak sedikit untuk proses pembuatan vaksin ini. Ali Ghufron Mukti memperkirakan harga vaksin ini berkisar Rp. 75.000 per orang. Ini pun jika vaksin tersebut sudah tersedia nantinya.

“Jika harganya berkisar 75.000, maka kita akan membutuhkan anggaran 26.4 triliun rupiah,” ucapnya saat telekonferensi pers di Istana Kepresidenan.

Biaya tersebut dihitung dari rumus atau formula viro yang menghitung akan berapa banyaknya orang yang harus divaksin. Dengan formula yang disebut ini, dari 1 orang bisa menularkan virus ke 3 orang. Dengan mengkalikan 2/3 penduduk Indonesia 260 juta orang, maka akan dibutuhkan sekitar 176 juta vaksin.

Apabila setiap orang membutuhkan 2 kali vaksin, maka harus disediakan 352 juta vaksin. Sampai saat ini, Indonesia sudah bekerja sama dengan 2 negara lain dalam pengembangan vaksin ini.

Vaksin COVID 19

Ali menceritakan bahwa vaksin yang diproses BUMN farmasi PT Bio Farma Tbk dengan perusahaan bioteknologi China Sinovac Biotech, Ltd saat ini sudah melewati fase uji pertama, dan akan melanjutkan fase kedua akhir Juli ini.

PT Kalbe Farma Tbk yang bekerja sama dengan Korea Selatan, Genexine Inc, sedang melakukan fase uji klinis pertamanya.

Pihak konsorsium nasional melakukan proses pengembangan vaksin dengan metode protein rekombinan dengan memakai strain COVID-19 asal Indonesia.

“Hasilnya diperkirakan akan ditemukan di pertengahan 2021,” tutupnya.

Seperti yang kita ketahui, kasus COVID-19 di Indonesia saat ini melewati angka 60.000. Tepatnya sebesar 60.695 tertanggal 3 Juli 2020. Informasi ini langsung disampaikan oleh Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB.

Kasus sembuh juga meningkat, tercatat sudah 27.568 pasien sembuh dari infeksi virus COVID-19 ini. Pasien yang meninggal dunia juga meningkat, dengan total sekarang 3.036 orang. Semoga pandemi ini bisa segera berakhir ya.